Sudah
lama saya berkeinginan membuat bika ambon sendiri. Selain karena saya menyukai
kue yang satu ini karena rasanya yang yummy,
ditambah teksturnya yang lucu berongga karena proses fermentasi yang membuat
saya tertantang. Secara kebetulan ibu saya mendapat rekomendasi dari salah satu
temannya untuk mengggunakan tepung/adonan yang sudah jadi di jual di
supermarket, didorong oleh aliran hedonisme yang ingin segalanya instan, saya
akhirnya mencari tepung tersebut. Setelah membaca petunjuk pembuatan, saya
bersikeras melakukan tanpa bantuan ibu saya. Ternyata, petunjuk yang gamblang
belum mampu memudahkan proses pembuatan. Memang benar adanya pepatah learning by doing, bika ambon pertama saya tergolong tidak
terlalu sukses.
Ada
tips berdasarkan pengalaman, pertama jangan terlalu lama mengocok telur. Kedua,
olesan margarin pada loyang harus ekstra tebal supaya tidak lengket. Ketiga,
supaya tetap berselera makan setelah membuat mendingan beli sendiri atau titip
kerabat yang ingin ke
Medan
.
Kenapa? karena selama pembuatan kita akan mengalami sindrom aroma ragi yang
menyengat yang tidak akan hilang sampai keesokan harinya….