Archive for the ‘Hobi’ Category

CheeseCake Sensation

Monday, July 3rd, 2006
Adonan cake:250gr cookies (butter cookies)125gr butter

Adonan isi:250gr cream cheese (pake brand Philadelphia or Kraft)300ml sour cream (u/ hasil yg light bisa ambil lite/low fat sour cream)3 eggs160ml coconut cream (santan bisa diganti full cream or low fat milk)1/3 cup desiccated coconut (coconut flakes yg dipakai dlm campuran cake, bisa dibeli di toko bahan kue)- lightly toasted1/4 cup cornflour1/2cup caster sugar (gula pasir halus, kalo mau kurang manis ganti dg gula halus/icing sugar)

1.Panaskan oven di 180degree CSementara itu buat adonan cake sampai benar2 hancur & tercampur rata.Ratakan adonan cake tsb di dasar loyang (ukuran 22cm bulat yg telah disemir mentega & dialasi kertas minyak yg jg disemir mentega) sampai ke tepi loyang.Tutup & masukkan ke dlm kulkas bbrp saat.2.Campurkan semua adonan isi ke dlm mangkuk.Aduk dg mixer sampai creamy (tercampur rata & agak mengembang).Masukkan adonan isi ke dlm loyang cake kmd bakar dlm oven kurang lebih 45-60 menit )sampai warna filling kuning kecoklatan. Setlh itu dinginkan & pindahkan ke piring saji, masukkan dlm kulkas overnight.

dari milis CitaCinta

Eforbiaku Sayang

Monday, June 26th, 2006

Tanaman
ini hidup di tempat berhawa panas, terlihat dari morfologisnya batangnya
berduri tebal, daunnya seperti berlapis lilin, bunganya kecil. Nggak heran
kalau saya akhirnya jatuh cinta. Untuk memindahkannya, saya masih tergolong
amatir, selain takut dengan durinya salah2 saya memotongnya tanpa
mengikutsertakan akarnya. Sumber tanaman hias saya memang dari tante saya, walaupun setiap minggu saya mampir ke
‘kebunnya’ tetap saja selalu ada antusisme tersendiri untuk membudidayakan –ceile..-
newcomer termasuk sang eforbia.

Bika Ambon Pertama

Monday, June 26th, 2006

Sudah
lama saya berkeinginan membuat bika ambon sendiri. Selain karena saya menyukai
kue yang satu ini karena rasanya yang yummy,
ditambah teksturnya yang lucu berongga karena proses fermentasi yang membuat
saya tertantang. Secara kebetulan ibu saya mendapat rekomendasi dari salah satu
temannya untuk mengggunakan tepung/adonan yang sudah jadi di jual di
supermarket, didorong oleh aliran hedonisme yang ingin segalanya instan, saya
akhirnya mencari tepung tersebut. Setelah membaca petunjuk pembuatan, saya
bersikeras melakukan tanpa bantuan ibu saya. Ternyata, petunjuk yang gamblang
belum mampu memudahkan proses pembuatan. Memang benar adanya pepatah learning by doing,  bika ambon pertama saya tergolong tidak
terlalu sukses.

Ada

tips berdasarkan pengalaman, pertama jangan terlalu lama mengocok telur. Kedua,
olesan margarin pada loyang harus ekstra tebal supaya tidak lengket. Ketiga,
supaya tetap berselera makan setelah membuat mendingan beli sendiri atau titip
kerabat yang ingin ke

Medan

.
Kenapa? karena selama pembuatan kita akan mengalami sindrom aroma ragi yang
menyengat yang tidak akan hilang sampai keesokan harinya….