Archive for July, 2007

Biru

Tuesday, July 31st, 2007

Bagaimana perasaanmu

Ketika kamu pulang

Tidak ada keluarga yang mengasihimu, menyayangimu

Menyambutmu di depan pintu

Bagaimana perasaanmu

Ketika kamu ingin bercerita banyak hal

Tapi tak ada seorangpun disisimu

Yang bersedia mendengarkan keluh kesahmu

Bagaimana perasaanmu

Ketika sekolah menjadi barang mahal

Bahwa uangmu tidak akan pernah cukup

Untuk membayar semua itu

Bagaimana perasaanmu

Ketika sakit menjadi larangan

Dan hanya memiliki dua pilihan

Menunggu keajaiban atau Sunatullah yang bekerja

Love is

Tuesday, July 31st, 2007

I love her because of the way she treats me

I love him because of the way he makes me feel

I love her because she’s beautiful

I love him because he’s falling on my feet with roses and jewel

Orang sering mendasari cinta dengan hal-hal yang dianggap indah.

It may sound romantic dan bukan sesuatu yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in the cinema, with us eating pop corn and sush-ing rude people..

Jarang dari mereka atau mungkin kita sendiri berpikir :

I love her because of the way she treats me

  • What happens if she stops treating you the way you love?

I love him because of the way he makes me feel

  • What happens if she stops making you fell that way?

I love her because she’s beautiful

  • Then she gets hairfall because of her cancer

I love him because he’s falling on my feet with roses and jewel

  • Out of the blue, he broke that he couldn’t buy any roses and jewels anymore

I love you…..because I want to…

-test pack by Ninit Yunita-

Fheewww

Thursday, July 26th, 2007

Gallery_worker

Antara Agresif, Pasrah dan Proaktif*

Monday, July 16th, 2007

Jodoh adalah rahasia Allah swt, yang kadang tak terduga datangnya. Dalam masa ‘penantian’ yang tak kunjung datang, seorang akhwat dapat memilih untuk bertindak yang sesuai dengan keinginannya. Ada tiga bentuk sikap yang bisa dilakukan oleh para muslimah dalam masa penantian ini, yakni; agresif, pasrah dan proaktif.

Karena terlalu cemas, ada sebagian yang memilih untuk bersikap agresif. Melakukan pendekatan kepada siapapun yang dianggap potensial untuk menjadi pasangan hidup dengan berbagai cara. Kadang tanpa perduli norma dan aturan agama. Sikap ini ini bisa ‘membahayakan’ bagi seorang perempuan. Karena ketergesa-gesaannya bisa berakibat tidak baik. Misalnya saja dia tidak akan selektif dalam memilih siapa calon suaminya. Kriteria-kriteria suami idaman pun kabur tertiup oleh desakan-desakan keluarganya. Akibat yang paling buruk dari sikap ini adalah timbul penyesalan dikemudian hari. Tumbuhnya kekecewaan pada pasangan karena tidak terlalu mengenal karakternya yang berujung pada perceraian. Naudzubillah min dzalik !

Sikap kedua adalah sikap pasrah, sikap ini biasanya memiliki alasan, " ya.daripada jadi perawan tua, lebih baik saya terima." Ada mungkin sebagian akhwat yang berfikir demikian, atau akan berfikir demikian. Biasanya ia tidak kuat menahan desakan orang tua atau keluarganya. Karena orang tua tidak ingin melihat anaknya menjadi perawan tua, maka ia mencarikan jodoh buat anaknya. Seandainya orang tua memahami betul criteria-kriteria seorang suami yang sholeh, maka hal ini tentunya baik bagi si gadis, akan tetapi akan menjadi permasalahan yang serius ketika orang tuanya asal mencarikan laki-laki yang menjadi calon pasangan anaknya.

Kebanyakan orang tua sekarang pertimbangannya sangat pragmatis. Dia mencari jodoh buat anaknya dengan hanya menggunakan pertimbangan materi. Sehingga laki-laki yang dianggap berkecukupan, memiliki pekerjaan tetap maka dia layak jadi menantunya. Pertimbangan agama sama sekali dikesampingkan.

Dalam hal inilah sang akhwat dalam posisi dilematis. Untuk menolak jelas tidak mungkin, karena dia tidak punya alternative. Untuk menerima terasa berat, karena laki-laki yang dibawa orang tuanya sangat jauh dari criteria suami idamannya. Akhirnya dengan berat hati ia menerima laki-laki itu sebagai suaminya.

Pilihan yang paling cocok saat ‘penantian’ bagi akhwat adalah sikap proaktif. Bersikap proaktif bukan berarti pasrah tanpa usaha sama sekali, namun bukan pula bertindak tanpa perhitungan dan pertimbangan. Sikap proaktif ituberarti berdoa sekaligus melakukan upaya yang dibenarkan agama untuk merealisasikan doa tersebut.

Ada sebagian akhwat yang berpendapat, " kalau memang jodoh merupakan bagian dari takdir Allah, mengapa kita harus mengejarnya? Bila sudah takdir pasti akan datang sendiri?" saya kira ini lah kekeliruan logika sebagian manusia. Allah telah menetapkan takdir bagi kita para hambaNya. Yang mengetahui takdir hanya Allah semata, kita tidak tahu bagaimana nasib kita besok. Ketika kita tidak tahu takdir yang akan kita terima, sedang kita diperintah untuk melakukan kebaikan maka kita sebagai mukmin harus memilih jenis perbuatan yang baik.

Kita sebagai manusia dianugerahi akal dan pikiran. Disamping itu kita juga diberi hak ikhtiar (berusaha). Kita juga diberi pedoman berupa Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan begitu kita justru dituntut untuk berusaha dan beramal. Wallahu a’lam bishshowab

———
(dikutip dari mencari cinta, didik H-Yogya 2004)

*)Diambil dari artikel ini yang dikirim via email oleh seorang teman.

Sok Tau

Monday, July 16th, 2007

+Sor, artinya domestic partnership tuh apa?

-Setauku sih hidup bersama

+Hus..Ngawur kamu

-Knapa?

+Maksudnya kumpul k*** gitu?

-Mungkin lho..

+Iya juga sih…dari kata-katanya..

===sensored==

-Hahahaha

+Nggak tau mungkin..

-Hahahaha..bilangin dong.

+Nggak berani ah, kamu aja

-yeyeye..nggak papa lagi buat lucu2an

==devil mode on==

It’s me time

Sunday, July 8th, 2007

Sepertinya keputusan melalui wiken dengan tidak pergi kemana2 adalah sesuatu yang lumayan tepat. Beberapa minggu ke belakang ternyata melelahkan, disamping itu dalam rangka berhemat. Bulan ini saya harus menyisihkan sebagian untuk orang yang lebih membutuhkan. Padahal kalu dipikir-pikir bulan lalu, pemasukan saya lumayan lho. Saya dapet tugas ke luar kota untuk 3 hari 2 malam, yang otomatis menambah pundi-pundi saya. Tapi kenapa habis begitu aja ya.. Pembelaan apa yang masuk akal, kondangan paling mengisi amplop dengan nominal standar, beli baju juga harga standar. Walaupun menabung, itu tidak banyak menurut saya…
Oleh sebab itu, minggu ini saya memutuskan di rumah, membaca buku-buku yang sempat saya anggurin berminggu-minggu, perawatan ala sendiri untuk penghematan, nulis blog sebanyak-banyaknya, dan tidak mengunjungi toko buku.

c…c…c..charlie…charlie

Sunday, July 8th, 2007

+Yudhit,maaf mengganggu. Ini saya lagi bareng Pak W*** berkunjung ke Taman Asri.
  Kamu tau Luas lahan yang ada lapangan basketnya berapa?
-Yang dipager ya ,Pak?
+Bukan, yang ada balai warga plus lapangan basketnya
-sekitar 260 something gitu Pak
+Bukan luasnya
-yang bentuknya kerucut?
+bukan..
-pokonya 200an deh Pak
+Luas yudhit, luas..
-yang di depan itu kan Pak
+Iya tapi luasnya..bukan meter lari
-iya Pak 200an..
+luas….luasnya
-aduh maaf saya nggak nyambung, 3000 something..
+berapa?
-3000an, saya ngga tau pastinya..karena panjangnya nggak simetris
+jadi 3000 ya
-iya Pak
+Oke makasih ya
-sama2

*ini bukan yang terakhir, dan sepertinya berlanjut untuk beberapa wiken ke depan..hiks..hikss..

Reuni

Sunday, July 8th, 2007

Bermula salah satu dari seorang sahabat saya yang mengusulkan untuk diadakan reuni, saya lebih senang menyebutnya temu kangen, mengingat toh ini masih tahun terakhir deadline ditambah masih banyak sahabat-sahabat saya yang berjuang mencari aktulisasi diri di luar sana. Tapi semua tidak menjadi masalah ketika acara ini bakal terlaksana dan mengakomodir isi kepala banyak orang.

Untuk mencapai ideal memang butuh perjuangan, karena si pencetus ide sendiri kebanyakan berdomisili di Jakarta. Kenapa? Karena ternyata melaksanakan di Jawa Tengah, tepatnya di Semarang dan sekitarnya adalah sebuah jalan tengah. Sebagian besar sahabat-sahabat saya masih berdomisili di Semarang dan sekitarnya. Ditambah lagi hari-H disepakati seminggu setelah lebaran, masih dalam suasana halal bihalal.

Ada beberapa kali rapat yang diadakan tidak sengaja, dari mulai memilih ketua, sampai menentukan teknis acara.

Inilah sang Ketua….*tebak deh*

100_0052

Sempat ada sedikit perdebatan yang menurut saya nggak penting. Pada dasarnya saya tidak terlalu suka friksi, jadi kalau dirasa saya masih bisa mengakomodir pendapat kebanyakan saya sih rela-rela aja mengalah..

100_0050

Satu lagi…

100_0087

Apapun hasilnya, mudah-mudahan acaranya ‘ngena’ -seperti kata ‘Na-

Behind the scene

Saturday, July 7th, 2007

100_0031_3=Percakapan via YM=
redDevil (r)                 : "Sor*, dah beli kado buat Pepeng?"
yudhitya sorrenti (y)    : "Belum, lagi bingung mu ngasih apa"
r : "Buku mungkin, dia lagi pengen baca Husain"
y : "Rijal kemaren nanya Pepeng lagi nyari buku apa, kayaknya dia
      mu ngasih buku juga"
r : "brarti aku jangan ya, bilang aja ke Rijal kasih aja Husain"

=percakapan via ponsel=
Ronald : "Katanya mu ngasih buku ya ya Jal?"
Rijal    : "Iya, aku dah beli judulnya Khadijah"
Ronald : " Yaaa..itu mah dia udah punya, kamu nggak bilang dulu sih"
Rijal    : "Aku dah tanya ke dia, tapi dia lagi pengen baca Khadijah, tapi bisa
              dikembaliin koq, belinya di temenku"

=percakapan menuju Balai Sudirman=
Saya    : "Rijal ngasih kado apa?"
Ronald : "Tau nggak sih, dia malah beli Khadijah"
percakapan sesuai percakapan via ponsel.

=percakapan intersection=
Pepeng (p) : "Co, Ijal tuh sekarang alim banget.."
Saya     (s) : "Masa sih kenapa emangnya?"
p               : "Bacaannya sekarang islami, kemaren dia lagi baca Khadijah lho"
Ronald (r)  : "Emangdia cerita apa ke kamu,Ndhut?"
p : "Dia beli buku di temennya gitu, katanya"
s : "buat dibaca sendiri?" sambil ngelirik ke Ronald
p : "iya katanya mengharukan gitu, punyaku aja belum dibaca, makanya pengen
      baca banget, cuma belum sempet"
r : "Brarti Ijal punya bukunya dong?" Ngelirik ke saya.
p : "Iya, aku bilang bukan tanya ke aku, kan bisa pinjem ke aku aja"
s : senyum sambil nyengir, campur-campur

HEPI BELATED B’DAY, NDHUT….

Syukurlah

Saturday, July 7th, 2007

Pesan1
Tx:
Yudhit, fax data budi indah sdh diambil? Tks
Rx:
Sudah di saya, tapi dikirim lewat Perkim. Ratelnya ternyata sudah tutup, maaf saya lupa kasih kabar lagi Pak.

Pesan2
Tx:
Tapi sudah diterima? kalau bisa datanya disampaikan ke Pak Kadis/Pak Habib, Tks.
Rx:
Pak Kadis/Pak Habib sdh tidak ada di ruangan. Mungkin besok senin Pak, sekalian saya ketik ulang plus data2 dari Bapak.

Pesan3:
Tx:
Datanya untuk minggu malam, sms kan ke saya nanti saya tik lagi, Tks.
Rx:
Hotmix:5058,conblok:3098,sal.terbuka:36874,sal.tertutup:30244,taman:7254,lahan matang:6652, semua dalam m2.

Pesan4:
Tx:
Ok Tks
Rx:
Sama2 Pak.

Syukurlah:

  • Saya segera menelpon Budi Indah setelah menyadari kalau ratel sudah tutup.
  • Saya membawa data tersebut saya selipkan di agenda kerja saya dan saya bawa pulang, karena pesan melalui sms itu sudah malam, tentu saja ketika saya sudah berada di rumah.