Archive for November, 2006

Ada yang berbeda

Thursday, November 30th, 2006

Diwaktu yang sama, dijam yang sama, di rute yang sama. Dimulai dengan tausyiah disudahi dengan muhasabah. Ada yang berbeda,  di doa saya. Saya pikir saya baru akan meminta di tahun depan. Ternyata, saya butuh itu sekarang. Jadi ingat masa kecil dulu, ada permen chiclets di toko, lalu bilang ke Ibu saya "Bu, aku mau yang itu…".

Edisi Curhat

Thursday, November 30th, 2006

Berhubung edisi curhat, akan ditemukan bahasa-bahasa urdu yang nggak jelas. Maaf untuk ketidaknyamanannya..
Akhirnya SK ku turun juga..
Sebenernya saya sudah mualai tau gosip ini sebulan yang lalu -kata gosip muncul karena stigma saya yang udah terlanjur negatif. Kakaknya Qq, kebetulan ditempatkan di BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Kab. Tangerang, sudah bilang jauh-jauh hari untuk mempersiapkan akhir bulan November harus sudah free dari segala kegiatan. Dua minggu lalu bahkan saya dan Qq sempet banyak’i cari rok item dan sepatu baru buat apel pembekalan -atau apalah.
Sampai selasa malam (28/11) Qq menelpon saya kalau besok diundang untuk datang menghadiri upacara HUT korpri dilanjutkan dengan penyerahan SK. Karena saya adalah pns Kota..saya beranggapan walaupun nggak sama tapi paling tidak 11-12 lah alias beda-beda tipis.

That’s what friends are for..
Ternyata Miga -teman saya di PJU,divisi saya- menelpon via ponsel. Kebetulan banget memang saya lagi keluar tapi ponsel saya tinggal -ngapain juga rumpi bawa ponsel- Sempet diomelin dulu sih, katanya kemanapun pergi jangan lupa ponsel dibawa..merasa bersalah saya sih iya-iya aja. Lagian insting saya mengatakan dia pasti bawa berita baik. ternyata bener, besok (29/11) kita disuruh mengambil undangan untuk datang ke penyerahan SK. Ngomong punya ngomong akhirnya disepakati kita ke BKD jam 9an. Habis telpon Miga, saya langsung telpon Wessa -teman SMA senasib juga. Perlu diketahui karena terlalu lama menunggu,sesama cpns akhirnya membentuk jaring laba-laba yang terselubung dan saling interkoneksi satu sama lain, gunanya ya..untuk mengantisipasi berita-berita kayak gini..sekadar gosip atau informasi.

Di Lobi…
Saya berangkat bareng Wessa, walaupun secara fisik dia tergolong gigantic tapi rumpi plus nggak pedean..dan saya sampai lebih dulu..Akhirnya saya dan Wessa langsung ke lantai 3 yang ternyata sudah berjubel. Ternyata Miga baru dateng jam 10.30 dengan alasan macet -jam 9 waktu elektro. Tau nggak sih.. saya belum pernah ketemu Miga..tapi saya mengambil kesimpulan gampang banget mengidentifikasi dia di sini secara kerumunannya rata-rata orang-orang berumur. Bener juga, saking asiknya ngobrol, tau-tau dia udah nongol di depan saya, langsung bilang "yudhit kan?" Gampang kan..

Depot Cepot Repot..
Habis dari sana, ternyata kami masih punya keperluan masing-masing. Wessa sih disuruh nyokapnya beli jarum jahit warna item..ih rumpi kan…Saya sebenernya mau langsung ke tempat Om Surya -ex Boss- tapi karena ujan deres saya akhirnya pulang aja, dianter Wessa..mungkin nanti sore. Miga entah kemana..

Senangnya..
Setelah telepon terlebih dahulu, akhirnya saya berkunjung ke rumah Om Surya -yang juga teman Bapak. Sebenernya untuk urusan administrasi sudah kelar dari kemarin, tapi ini untuk alasan kekeluargaan. Karena sore, semua anggota rumah sedang kumpul-kumpul jadi saya nggak rugi menunda kedatangan. Om Surya ngocol abis, jadi banyak ketawa ketiwi..sebenernya sih intinya saya terus yang ‘kena’ tapi nggak papalah ..toh saya lagi senang..Semua begitu menyenangkan pada waktunya…

The d-day..
Karena acaranya ba’da dzuhur, jadi saya agak santai-santai dulu. Sempet janjian terima tamu sampe sms-an sama Kak Nurul dan Ika bergantian..telpon-telponan juga sama Iyyin mau janjian dimananya. Anggi, si tamu itu, baru dateng jam setengah dua belas. Setelah ngobrol haha hihi plus promosi bukaan klinik baru Bang Ucok dan kasing alamat praktek Kak Butet ke Ibu saya…dan tentu saja ngasih titipannya, dia langsung pulang..Akhirnya saya berangkat jam 12 lewat..agak in hurry..selama perjalanan ditelpon sama Miga dan Wessa..ternyata mereka sudah sampai..coba waktu itu bareng..abis saya pikir mereka ngaret sih..ternyata saya yang telat..

Dagelan Pak Wali..
Acara dimulai dengan sambutan Pak Wali -yang mukanya baru saya liat saat itu- sebenernya itu buka sambutan resmi sih lebih seperti lawakan..abis lucu banget..Beliau cerita dapet sms mau bunuh diri segala kalo dalam waktu dekat SK belum turun juga..Dilanjutkan dengan pemanggilan satu persatu nih..saya urutan 27..Tapi punya tapi ada masalah gender menimpa saya, mulai disebut Bapak Yudhitya-lah..-saya diketawain deh- sampe jenis kelamin saya di SK adalah laki-laki…jadi kesimpulannya saya mesti balik lagi ke BKD Senin (3/12) besok. Sebelum pulang saya sempet ngeledek Miga yang belom pesen seragam, padahal dulu dia yang ngeledek saya pas saya kasih tau saatnya menjahit baju..Kemana Iyyin ya?..

Gajiku Kecil Sekali..
Di SK tertuil secara lengkap tentang pengangkatan, penempatan sampe nominal gaji.. tapi koq keciiil banget ya.. Rata-rata temen-temen saya agak syok. Ada yang bilang "Ini sih uang tip gue, kalo tutup kredit.." trus ada juga yang bilang "ini sih cuma uang makan.." saya cuma menelan ludah..dalam hati saya juga pengen bilang ini sih sedikit lebih kecil dari uang magang dan setengah dari uang translate…
Bismillah aja, kata ibu saya..kita cari berkahnya bukan nilainya..wah kalu begini mana bisa nabung. Mana Wessa nyindir-nyindir terus soal kelas yoga di celebrityfitness lagi..

Kenal Lebih Dekat

Tuesday, November 28th, 2006

Salah satu  cara mengenal seseorang yang baru kita kenal lebih dekat salah satunya adalah cari mengunjungi blog-nya -kalau ada. Dengan membaca blog seseorang, paling tidak kita tahu garis besar kepribadian orang itu. Saya punya banyak pengalaman soal ini.
Saya mau cerita soal Budi, saya kenal dia sebagai seseorang yang nyantai tapi itu sebelum saya mengunjungi blog-nya dan membaca tulisan-tulisannya. Ternyata orangnya lumayan serius, concern sama banyak masalah sosial, intinya diluar dugaan. Meskipun saya pernah terlibat pembicaraan serius satu atau dua kali kesempatan dengannya.
Selanjutnya, ada pengalaman lain yang lumayan berkesan. saya mengenal orang ini bukan secara pribadi. Tapi dengan dilatari kejadian yang kuarang menyenangkan sehingga menimbulkan apriori tersendiri. Suatu saat saya kesasar ke blog-nya. Setelah saya mengenal melalui tulisannya, saya jadi tahu kalo ternyata kita sama-sama suka laut, suka anak kecil, satu lagi ternyata dia piatu. tentu saja perubahan sikap ini saya sampaikan ke lingkungan terdekat yang juga mengenalnya dengan cara yang sama  seperti saya.
Entah kenapa saya selalu saja kagum sama orang yang mampu menulis dengan baik. Buat saya itu salah satu indikasi kalau orang itu peka dengan lingkungan sekitar, dan juga berlama-lama dengan mereka pasti membawa hal-hal baru setiap harinya.
Dulu, waktu masih kuliah saya pernah mengenal satu pasang -yang perempuan cantik sedang si pria biasa saja- melalui mantan pacar saya. Melalui obrolan iseng-iseng kami, saya bertanya siapa yang beruntung dapet siapa. Hampir sebagian besar orang termasuk mantan pacar saya bilang si pria itu. Saya bilang salah besar, pendapat saya beralasan lho. Saya pernah membaca salah satu artikel si pria tadi dalam suatu majalah kampus. Boleh dibilang bagus deh, hampir sama dengan opini yang biasa kita baca di koran atau tabloid politik dua mingguan. Bisa dipastikan si perempuan cantik tadi pasti betah berlama-lama ngobrol atau bahkan menghabiskan sisa hidup bersama si pria bisa tadi.

Maafkan Aku

Tuesday, November 28th, 2006

Maafkan aku
Membuatmu menunggu
Hanya melihat dari celah pintu
Kadang ragu
Kurang ini itu
Beri aku waktu

Little Thing

Thursday, November 23rd, 2006

Saya terdampar di blog teman saya, yang isinya puisi yang luar biasa banyaknya. Mellow but not shallow, romantis-lah pokoknya. Terlepas dari latar belakang penulisan dan untuk siapa puisi ditujukan, saya mencoba berempati -mudah2an nggak gagal- puisi ini ditulis dengan segenap jiwa -tentunya tanpa depresi ya. Cinta memang begitu kadang membuat kita melayang, kadang membuat kita terpuruk. Saya masih nggak yakin ternyata 1:1000 laki laki setia salah satunya ada di sekitar saya. Jangan marah ya..

Openminded

Thursday, November 23rd, 2006

Openminded itu membuka wawasan, mengasah kepekaan untuk lebih mengerti makna selain yang kasat mata. Bukan serempet sana serempet sini layaknya supir metromini. Bukan begitu?

Sebuah Analogi : Sabar Sayang

Tuesday, November 21st, 2006

Ternyata saya punya kelemahan yang baru saya sadari belakangan ini, kaki saya tidak sama besar. Kenapa saya baru tahu sekarang, dulu saya selalu menggunakan sneakers. Ketika harus berganti model sepatu, saya kewalahan. Kalaupun ada yang cocok , selalu tidak pas di kaki. Saya harus berputar-putar ke setiap toko untuk mencari yang cocok. Celakanya saya malas. Saya jadi berfikir, mungkin saja ada toko yang belum saya kunjungi tapi disana ada sepatu yang pas di kaki saya, dan kemudian dibeli orang. Mungkin pramuniaga toko mengira saya mengada-ada, padahal sepatu itu memang aneh dibuat jalan. Kadang mereka sampai putus asa, apalagi saya. Mungkin saya harus bersabar, atau cukup puas dengan sepatu saya yang modelnya standar tapi nyaman. Pernah suatu kali saya memaksakan diri membeli sepatu yang sedang in, ternyata saya harus berkorban untuk membeli pad -ganjal kaki- secara terpisah. Tapi setelah saya pakai, ternyata menghambat jalan saya. dan saya menjadi tidak nyaman. Saya tertarik dengan satu sepatu yang hanya dijual di satu toko, sayangnya toko itu berjarak ratusan kilometer dari rumah saya. Nampaknya saya harus menabung banyak untuk membeli sekaligus membayar biaya perjalanan ke sepatu impian.

Ketika Engkau Menjawab

Tuesday, November 21st, 2006

Tidak ada yang tahu mengapa Engkau melarang kami
untuk makan daging babi, bangkai dan darah,
kecuali untuk selalu taat padaMu.
Sama halnya ketika Engkau menjawab doa hamba
dengan cara seperti ini.
Nikmat mana lagi yang hamba dustakan.
Tapi kenapa rasanya sakit sekali.

aBSurD

Monday, November 13th, 2006

Niatnya ingin mencari korelasi antara benang merah dan penjahit, tapi lagi-lagi saya malas. Saya benar-benar malas malas atau saya memang benar-benar tidak tahu ada hubungannya atau tidak.

jangan gitu dong,Kak. AKu jadi nggak pede nih.

Save Our Nation

Monday, November 13th, 2006

Tema di atas diusung sebuah televisi swasta untuk menyambut ulang tahunnya. Dulu, saya pikir untuk bisa menjadi pahlawan harus punya dua hal, materi dan kekuasaan -ingat P.Diponegoro, RA Kartini bahkan Batman sekalipun. Tapi setelah menonton kompetisi film dokumenter di stasiun tv tersebut, pendapat saya tidak sepenuhnya benar. Ternyata dengan menuangkan ide bisa menyentuh hati orang banyak dan tentunya menjadi inspirasi saya untuk tidak memikirkan diri sendiri. Ide tersebut kemudian dipilih lima dan diwujudkan menjadi film dokumenter dan  bisa menggugah kepekaan saya yang mulai agak tumpul ini. Saya sadar tenyata ada belahan bumi lain yang untuk sekadar mendapatkan informasi saja mereka kesulitan. Apalagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Thumb_29_b
Thumb_33
Thumb_37_b

Mungkin mereka memiliki keterbatasan dalam banyak hal, tapi saya yakin mereka memiliki kekayaan batin yang tidak bisa dibeli oleh apapun.
Catatan kaki :
Akhirnya terpilih Suster Apung menjadi pemenang, dan mendapat respon positif dari Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk memberi bantuan kapal tapi dalam bentuk uang.